Tag Archives: Puisi

Pulang Kerja

Kesemrawutan menelisik masuk Raga bersisa kepayahan Diri berlumur bakti Ataukah bernoda caci Advertisements

Posted in Sastra | Tagged , | Leave a comment

Hari Kerja

Sepi dibangunkan oleh kegaduhan Pekikan burung Gemuruh tanah yang marah Ulat-ulat bergerombol Mencari santapan pagi Saat mentari akan sembunyi Hanya tersisa daun koyak Ranting patah Sinar bintang gemintang Menemani hidangan kegelapan Menu rasa letih

Posted in Sastra | Tagged , | Leave a comment

Pahlawan

Kaku dirimu kini Tapi namamu bergerak, menebar harum ke seluruh penjuru Di sekolah-sekolah, anak-anak dengan bangganya menyebut namamu Ya, namamu Dan sayangnya hanya namamu Tahukah kau, tempatmu berpijak kini tinggal batu-batu kerikil Kecil dan hampir menghilang tanpa bekas Kecuali sedikit … Continue reading

Posted in Sastra | Tagged , | 4 Comments

Semalam Lagi Saja, Bu

Dalam musim-musim berbalut sendu Engkau berusaha menyenangkanku Walau sesekali engkau membentak Sesekali engkau marah dan berteriak # Karena kesalahanku, Bu Karena kekhawatiranmu terhadapku Aku baru mengerti sekarang Setelah engkau menghilang # Bilakah aku bisa mengukir lengkung indah di sudut bibirmu, … Continue reading

Posted in Sastra | Tagged , | Leave a comment

Ibu…

Kaulah inspirasiku… Kau katakan air hujan itu keberkahan yang harus ku syukuri Kau ajarkan bagaimana mengarungi air di laut kehidupan Kau berikan seteguk air yang menyegarkan Dan kau hadiahkan air mata kebahagiaan Tak henti ku bersyukur kepada Pencipta Alam Raya … Continue reading

Posted in Sastra | Tagged , | 1 Comment