Tertahan

Pagi itu tak seperti biasanya, aku keluar dari asrama mahasiswa tempatku menetap saat matahari belum terlihat wujudnya. Dengan sedikit tergesa aku berjalan kaku menghampiri ruang kelas yang masih terkunci dan kosong. Aku hanya sendiri. Dan kemudian diam menanti. Sepertinya aku terlalu bersemangat, pikirku. Hari ini aku sidang komprehensif sekaligus skripsi. Rasanya dadaku berdetak kencang, ada rasa bahagia dan juga takut. Dua jam nanti adalah penentu kelulusanku selama empat tahun di sini.

Waktu semakin menyesakkan dadaku. Hanya tinggal lima menit lagi aku mulai diuji. Tampak ibu Ade, salah satu staf jurusanku, membukakan pintu tempat aku menentukan nasibku hari ini. Aku mulai tak karuan. Pikiranku seolah menjadi hampa, kosong. Aduh, bagaimana ini. Tiga orang dosen penguji tampak berjalan dengan senyum penuh arti padaku. Mungkin juga senyum mematikan. Dan ternyata, aku masih tertahan oleh waktu. Doakan ya semoga disegerakan🙂

 

About Ikhwan Al Amin

"I am a mathematician, but very interested to writing on media especially about politics and world of education characters. Loved sastra. Studied in Bogor Agricultural University, Indonesia."
This entry was posted in Curhat and tagged . Bookmark the permalink.

5 Responses to Tertahan

  1. destini says:

    wah mau sidang skripsi ya? gimana hasilnya? sukses kan?🙂

  2. naufal says:

    alief naufal teknik mesin its

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s