Berbeda

Terbenam
aku di penghujung senja
terpenjara
dalam jiwa yang merana

aku hidup dalam satu warna
hitam
satu kata tak pernah terdengar dariku
lisanku kaku
aku berbeda denganmu

mereka yang sempurna
berlari menjauhi syukur
tenggelam
rasa pada sesama
peduli raib
dirampas kata egois

namun aku bersyukur
aku berterimakasih, Ayah
ajaranmu mewarnai hidupku
kau mengajarkanku cara sederhana;
untuk bahagia
untuk tetap ada

aku yang buta dan tuli
hanya bisa menulis puisi ini

*belajar merasakan apa yang mereka rasa

About Ikhwan Al Amin

"I am a mathematician, but very interested to writing on media especially about politics and world of education characters. Loved sastra. Studied in Bogor Agricultural University, Indonesia."
This entry was posted in Sastra and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s