Waktu


Detak jarum akan tetap berputar, entah langkah kaki terpacu atau mungkin terhenti. Meski harus penglihatan ini tertutup tali yang kuat, berharap akan tetap ada mata hati yang menuntun ke cahaya terang. Bergeraklah. Jangan terlalu lama menyesali yang lalu, waktu akan menjawabnya. Jika harus kurelakan sepasang kaki ini supaya kau bisa berlari, maka akan kurelakan. Jika harus kurelakan sepasang bola mata ini supaya kau mampu melihat cantiknya dunia, maka akan kurelakan. Jika harus kurelakan sepasang tangan sepuluh jari ini untuk menggenggam dunia, akan kurelakan. Namun, tak akan kuserahkan semua jika kau berhenti dan kalah dengan waktumu. Jangan takut memulai. Bergeraklah untuk perubahan yang terbaik. Jangan sampai kau menyesal suatu hari nanti. Jagalah waktumu.

About Ikhwan Al Amin

"I am a mathematician, but very interested to writing on media especially about politics and world of education characters. Loved sastra. Studied in Bogor Agricultural University, Indonesia."
This entry was posted in Sastra and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s