Penantian Ali (2)

Seminggu telah berlalu. Namun, Ali masih belum berani menyampaikan segala yang ia rasakan pada perempuan itu. Hari ini Ali melakukan rutinitasnya seperti biasa.

“Sekilo sepuluh ribu, sekilo sepuluh ribu. Ayo pak, bu, dicoba mangganya. InsyaAllah manis. Silahkan dicoba.” seru Ali dengan penuh semangat menawarkan dagangannya.

Sejak lulus kuliah dari sebuah perguruan tinggi di Surabaya, Ali tertarik untuk menjadi seorang entrepreneur. Bukan profesi sebenarnya ketika ia menawarkan dagangan yang ia bawa ke pasar. Ia hanya mengantarkan dagangannya kepada para pedagang di desanya. Sebab Ali adalah seorang petani mangga. Ia memiliki 20 hektar kebun mangga yang dikelolanya bersama dengan keluarga besarnya.

Aku tahu kalau Ali adalah orang yang jujur, karena itulah setiap pedagang di desanya sangat percaya dan mau bekerja sama dengannya.

Sejak Ali kembali ke kampungnya ini, tanah yang pada mulanya gersang kini telah berubah menjadi subur. Bahkan sejauh mata memandang terlihat hijau dan asri dari perkebunan mangga milik Ali dan keluarganya.

“Nak, kamu dulu mengambil jurusan apa ketika kuliah?” seorang pria tua berjanggut tebal bertanya pada Ali yang sedang asyik menjajakan dagangan milik Pak Jaja, seorang pedagang di pasar.

“Eh anu pak, jurusan Teknik Kimia”, jawab Ali.

“Kok kamu sekarang mau maunya jadi petani nak? Kenapa tidak kerja di perusahaan besar saja di Surabaya, tempatmu menuntut ilmu dahulu?”

“Engga pak, saya senang berwirausaha. Dan karena keluarga punya lahan luas di sini, akhirnya saya jadi petani di sini.”

“Kalau usaha jangan hanya untuk duniamu saja ya nak. Ingat juga kamu punya kampung di akhirat. Yasudah, silahkan lanjutkan usahamu. Semoga sukses ya.”

“Iya pak, terimakasih.”

Nasehat seperti itu baru kali ini diterima oleh Ali. Ia pun tidak menyadari siapa yang bertanya padanya. Orang-orang memberitahunya bahwa yang tadi bertanya adalah Kiai Muhsin, ulama dari pesantren di sebelah kampungnya. Ali ingin tahu lebih banyak tentang Kiai Muhsin dan akhirnya memutuskan untuk mencari tahu.

About Ikhwan Al Amin

"I am a mathematician, but very interested to writing on media especially about politics and world of education characters. Loved sastra. Studied in Bogor Agricultural University, Indonesia."
This entry was posted in Sastra. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s