Melompati Mimpi

Seseorang sering berkata kepada saya, “Seribu kata tidak akan meninggalkan pesan begitu mendalam seperti satu perbuatan baik”. Hal inilah yang kemudian memicu saya untuk senantiasa berhati-hati dalam berkata-kata dan lebih mengutamakan amal nyata. Saya percaya bahwa negeri ini lebih membutuhkan bukti itu daripada sekedar retorika belaka.

Teringat akan tahun lalu saya bermimpi untuk dapat pergi ke luar negeri melalui konferensi ilmiah atau sejenisnya, namun tidak pernah tercapai. Selain karena saya malas untuk menulis, beberapa hasil kerja saya pun belum pernah ada yang lolos. Apapun pendapat orang, memang begitulah keadaannya.

September 2013, saya memutuskan untuk membuat paspor sebagai motivasi untuk dapat pergi ke luar negeri. Tak pernah terpikirkan bagaimana cara saya berangkat, meskipun saya sudah berencana untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri. Hingga akhirnya ada tawaran untuk backpacker ke Singapura. Sebagai orang yang pertama kali jalan ke negara lain, Singapura menawarkan banyak hal yang dapat dijadikan pembelajaran.

Perjalanan pertama saya ini pun saya rancang sendiri, beli tiket sendiri, menentukan rute sendiri menuju tempat yang akan dikunjungi, hingga detil harus naik mobil jenis apa. Semua persiapan termasuk makanan dan botol minuman disiapkan sendiri.

Ketika tiba di tempat tujuan dan berhasil melakukan semuanya secara mandiri meskipun berangkat berdua dengan teman, saya merasa sangat puas. Bangga dan bahagia atas semua perencanaan saya. Tak semua sesuai dengan rencana, namun semua melampaui harapan, melompati mimpi. Alhamdulillah.

Saya menjadi bukti bahwa untuk dapat pergi ke luar negeri itu mudah. Dan saya menjadi saksi bahwa Indonesia jauh lebih baik dari yang kita bayangkan untuk beberapa hal. Meski dalam beberapa hal lain masih sangat banyak kekurangan. Perjalanan pertama ini membuat saya semakin bangga akan Indonesia. I love Indonesia🙂

Ikhwan Al Amin

Salam dari Singapura🙂

About Ikhwan Al Amin

"I am a mathematician, but very interested to writing on media especially about politics and world of education characters. Loved sastra. Studied in Bogor Agricultural University, Indonesia."
This entry was posted in Curhat and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s