Travelling to Singapore: Negeri 1001 Larangan

4789143-Fine_anyohne_SingaporeNegeri Seribu Satu Larangan, begitulah julukan yang diberikan oleh kebanyakan orang ketika mendengar nama negara Singapura. Tak salah memang, di setiap tempat umum dan kawasan wisata terpampang jelas segala yang dilarang. Larangan yang terkenal ada empat, sebagaimana yang tampak pada gambar di samping. Namun, selain keempat itu masih banyak lagi larangan-larangan yang akan kita temukan di negeri ini, misalnya saja tidak boleh meludah dan membuang permen karet sembarangan. Dendanya pun sangat mahal. Jangan coba-coba melanggar, karena di tempat-tempat tertentu sudah ada aparat keamanan yang tidak terduga. Jangan dikira petugas di sana pakai seragam polisi, nyatanya kebanyakan berpakaian seperti kita – orang biasa. Selain itu CCTV dipasang di mana-mana. Jadi ketika sudah ada niat untuk pergi ke sini, pastikan sudah mempelajari aturan yang ada di tempat ini.

Setiap pengunjung atau turis asal Indonesia selalu tertarik untuk dapat berfoto di manapun ketika berada di Negara ini, namun perlu diingat, ternyata tidak semua tempat diperbolehkan mengambil gambar. Sebaiknya lihat kanan-kiri terlebih dahulu, lihat aturan yang terpampang di tempat kita berpijak.

Tertib aturan adalah sebuah kebiasaan baik yang ada di sana. Tidak bisa kita sembarangan melakukan segala hal yang kita inginkan. Semua harus tertib. Antrian adalah salah satu budaya yang ada di sana. Demikian juga dengan tepat waktu. Sebuah hal yang tidak dapat ditawar. Sebab itu jangan heran jika orang-orang di Singapura terbiasa berjalan cepat meskipun sudah ada di eskalator. Berbeda dengan di Indonesia yang pada umumnya berjalan santai seperti puteri keraton.

Satu hal lagi, saya merasa sangat aman di sana. Banyak orang yang memarkirkan motor dan sepeda di dekat pasar, pusat perbelanjaan dan toko-toko. Namun belum pernah saya dapat kabar ada pencurian misalnya. Bahkan ketika ada yang membawa barang banyak, sengaja ia menaruh barangnya di tempat duduk umum terlebih dahulu untuk kemudian diambil kembali. Dan barang itu tidak hilang! Jadi iri sama negeri ini. Sepertinya Indonesia tidak butuh perlakuan secara halus, perlu ada ketegasan seperti negara Singapura ini. Lihat saja papan-papan pengumuman mengenai larangan di negeri yang satu ini. Aturannya sangat wow sekali. Seharusnya Indonesia dapat mengambil pelajaran.

About Ikhwan Al Amin

"I am a mathematician, but very interested to writing on media especially about politics and world of education characters. Loved sastra. Studied in Bogor Agricultural University, Indonesia."
This entry was posted in Perjalanan and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s