Terkungkung

Menulis adalah untuk membebaskan semua pikiran kita yang terbelenggu agar dapat terbang mengudara. Itulah mengapa blog ini hadir. Namun, rasanya diri ini membuat sebuah kurungan raksasa untuk menyandera setiap ide dan rasa yang muncul di jiwa. Melihat bagaimana tetangga kiri-kanan begitu bahagianya melepaskan ide-ide mereka secara ‘brutal’, saya jadi iri. Ingin meluapkan segala yang ada di dada dan semua yang terbelenggu dalam pikiran. Tidak ingin terkungkung oleh diri sendiri.

Beberapa waktu terakhir ini selalu melihat kalimat yang mendorong jiwa ini mengeluarkan segala beban dan pikiran dalam bentuk tulisan. Sesuatu yang dapat terabadikan. Salah atau benar ingin rasanya tak saya pedulikan. Asal saya bisa bebas berekspresi, membuka semua yang sempat tertutup, mengeluarkan semua yang hilang ditelan rasa segan, malu, dan takut salah.

Tak peduli apakah salah diksi, salah tata bahasa, atau bahkan tak ‘nyambung’ sama sekali antar kalimat dan paragrafnya. Hanya satu tujuan, menulis untuk kebebasan. Membebaskan diri yang selama ini selalu terkungkung karena lemahnya keinginan untuk BEBAS.

About Ikhwan Al Amin

"I am a mathematician, but very interested to writing on media especially about politics and world of education characters. Loved sastra. Studied in Bogor Agricultural University, Indonesia."
This entry was posted in Curhat and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s