Travelling to Singapore: Small Island but Great Country (Part 1 – Persiapan)

“Tak ada persiapan terlalu pagi”
-Pramoedya Ananta Toer

Persiapan adalah hal yang sangat penting untuk dilakukan. Sebagaimana yang dikatakan oleh Pram, tak ada persiapan terlalu pagi. Maksudnya adalah segala persiapan atau rencana lebih dini adalah lebih baik. Kita jangan sampai melakukan segala sesuatu dengan serba mendadak yang akhirnya menimbulkan ketergesaan. Pada akhirnya hal itu hanya akan menimbulkan penyesalan. Termasuk dalam hal ini yaitu persiapan ketika akan melakukan perjalanan atau travelling.

Masuk ke tahap persiapan, salah satu hal yang harus kita persiapkan ketika akan travelling ke mana pun adalah mengetahui budaya dan aturan yang dipakai di tempat tujuan kita. Begitupun ketika akan pergi ke Singapura. Namun, ada banyak hal lain yang harus kita persiapkan juga. Pertama, kita harus mencari tahu semua hal yang berkaitan dengan tempat yang kita tuju. Mengetahui budaya dan aturan termasuk kategori ini, namun tidak hanya itu saja. Kita juga harus mengetahui segala bentuk transportasi yang bisa kita gunakan selama di tempat tujuan berikut survei harganya. Selain itu, kita harus sudah menentukan rute perjalanan dengan waktu yang detil. Termasuk tempat menginapan dan menu makanan selama di tempat tujuan. Tentunya sesuaikan dengan budget. Dan usahakan semua terencana secara rapi dan matang.

Singapura adalah negara pertama yang saya injak setelah kampung halaman, Indonesia. Pada waktu itu saya bersama kawan saya, Randi, memutuskan untuk berangkat berdua ke Singapura. Setelah mencari tiket dua minggu sebelum tanggal keberangkatan yang kami inginkan, didapatlah tiket dengan harga lebih kurang Rp 1300000,- PP berdua. Atau sekitar Rp 650000 PP per orang. Lumayan murah karena kami tidak menemukan tiket promo. Persiapan kedua untuk dapat bepergian ke luar negeri adalah dengan memburu tiket promo pesawat terbang.

Sebelum lebih jauh, saya ingin bertanya terlebih dahulu. Apakah Anda sudah memiliki paspor? Paspor adalah hal yang sangat urgen bagi siapapun yang ingin bepergian ke luar negeri. Jangan sampai buatnya mepet ya. Beruntung saya sudah membuat paspor sejak bulan September tahun lalu, sehingga tidak perlu lagi repot-repot ke kantor imigrasi. Awalnya sekedar untuk motivasi agar dapat segera ke luar negeri, dan ternyata benar-benar terwujud di tahun berikutnya. Karena hanya berkunjung ke negara ASEAN, saya tidak perlu pakai visa. Jadi, aman deh. Kita harus pastikan hal ketiga yang harus kita persiapkan adalah dokumen penting. KTP, paspor, visa, tiket, dan dokumen penting lainnya harus ada dan disimpan dengan rapi.

Selama dua minggu menunggu keberangkatan, semua sudah kami persiapkan secara detil, mulai dari menentukan rute, tempat penginapan, perkiraan biaya selama di Singapura, sampai botol minuman dan makanan yang dibawa. Kami pun membawa pakaian dan barang seperlunya. Tak lupa membawa tas kecil untuk memudahkan dalam menyimpan barang berharga dan kartu identitas. Tas kami tidak lebih dari 7 kg sebab kami tidak menyewa bagasi. Jika ingin membawa barang lebih banyak, usahakan sudah dipacking dengan rapi dan tertutup rapat. Juga jangan menyimpan barang berharga di bagasi, lebih baik dibawa naik ke pesawat. Ini adalah bagian persiapan yang keempat, sederhanakan barang bawaan.

Dan hal terakhir yang harus diperhatikan ialah menyiapkan dana cadangan serta siapkan catatan untuk menulis semua pengeluaran. Beberapa kawan saya ketika akan berangkat ke luar negeri pernah ketinggalan pesawat karena hal yang diluar kendali, kemacetan parah. Dan akhirnya harus membeli tiket lagi. Sebab itu, dana cadangan haruslah ada untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Cek lagi, dan lagi. Sebelum berangkat alangkah baiknya jika kita selalu mengecek semua perlengkapan yang harus kita bawa. Tanpa terkecuali. Dan setelah itu waktunya menikmati perjalanan. Itu pertama kalinya saya naik pesawat terbang loh. Alhamdulillah langsung ke luar negeri🙂

About Ikhwan Al Amin

"I am a mathematician, but very interested to writing on media especially about politics and world of education characters. Loved sastra. Studied in Bogor Agricultural University, Indonesia."
This entry was posted in Perjalanan and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s