Kesyukuran

Tanpa sengaja beberapa waktu yang lalu menemukan sebuah film di youtube. Karena kelihatan menarik akhirnya saya download. Baru sempat dilihat kemarin. Ternyata film yang sungguh mengharukan, adaptasi dari salah satu cerpen Bunda Asma Nadia. Judul film itu adalah Rumah Tanpa Jendela.

Rasanya belum pernah saya melihatnya di layar kaca Indonesia. Bahkan saya belum pernah mendengarnya booming di bioskop-bioskop dalam negeri. Entah kapan film itu dibuat. Yang jelas kaya akan makna.

Rara, seorang gadis kecil yang memiliki impian sederhana bagi kita namun luar biasa baginya, memiliki rumah dengan jendela. Di kampung pemulung, semua rumah tanpa jendela. Sangat sederhana. Jangankan untuk memikirkan jendela, untuk sekedar makan sehari-hari saja masih sangat bersyukur jika mendapatkannya.

Setiap hari ia bermimpi di sekolah pemulung itu dan menceritakan mimpinya pada seluruh kawannya. Gadis kecil itu memiliki banyak kawan, salah satunya adalah anak orang kaya bernama Aldo. Hingga akhirnya, ia dan kawan-kawannya dari kampung pemulung sering diajak main di rumah Aldo, seorang anak yang tidak terlalu sempurna dalam fisiknya.

Hal yang ingin sekali disampaikan dalam film itu adalah mengenai kesyukuran akan yang kita peroleh. Segala sesuatu yang kita dapatkan hendaknya kita jaga.

Akhir film itu sungguh menyedihkan. Rumah Rara kebakaran. Ayah dan neneknya terperangkap di dalam rumah yang dilalap api. Padahal ayahnya sempat membelikan jendela untuk Rara sebelum akhirnya jendela bersama ayahnya terperangkap dalam kobaran api. Neneknya selamat, namun ayahnya tidak tertolong. Atas kebaikan hati Aldo dan keluarganya, Rara dan neneknya tinggal di salah satu villa milik mereka dan bertugas menjaga dan merawat villa itu. Rara pun memiliki teman baru di sekitar villa tersebut dan dapat bersekolah di pendidikan formal SD.

Kita harus belajar dari mana pun dan dari siapapun. Jangan pernah sungkan dan ragu. Sama halnya ketika kita dianggap paling tahu, namun ketika kita ditanya sesuatu dan kita tidak mengetahuinya, katakanlah “Saya tidak tahu.” Kata ulama kalimat tersebut juga adalah bagian dari ilmu.

Syukuri apa yang kita miliki niscaya akan Allah tambah kenikmatan yang kita rasakan. Believe it.

About Ikhwan Al Amin

"I am a mathematician, but very interested to writing on media especially about politics and world of education characters. Loved sastra. Studied in Bogor Agricultural University, Indonesia."
This entry was posted in Obrolan Hati and tagged . Bookmark the permalink.

3 Responses to Kesyukuran

  1. itu film udah sering ditayagin di tv looh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s