Bahagia

Bahagia, sebuah kata di mana semua orang menginginkannya. Siapa yang tak ingin bahagia? Tentu jawabannya adalah tidak ada.

Setiap orang memiliki jalan untuk mencapai kebahagiaannya. One man, one way. Bisa saja jalan yang ditempuh itu mirip atau bahkan sama satu dengan lainnya. Akan tetapi, setiap dari mereka hanya dapat menempuh satu jalan.

Jalan mana yang kau tempuh? Aku tidak tahu. Kau yang memilih jalanmu sendiri. Ada jalan yang pendek, ada juga yang panjang. Ada yang berbatu, berduri, bahkan penuh dengan lubang. Namun, ada juga yang lurus mulus seperti jalan tol. Setiap jalan memiliki konsekuensi yang harus ditanggung oleh orang yang melintas.

Entah mengapa bahasannya jadi jalan. Tapi, untuk menuju kebahagiaan itu kita memang perlu jalan. Jalan ibarat kendaraan. Masa lalu sebagai kaca spion. Obsesi dan mimpi masa depan sebagai mesin. Dan masa kini sebagai pengendara.

Mungkin definisi bahagia seperti di atas ada yang membenarkannya. Namun, menurutku bahagia bukanlah soal waktu. Bahagia adalah rasa syukur yang tiada henti. Berhenti bersyukur, kebahagiaanmu akan hilang. Semakin bersyukur, kebahagiaanmu akan bertambah. So, syukurilah masa lalumu, bersyukurlah atas apa yang kau dapat hari ini, dan tambahlah kesyukuranmu atas kebaikan masa yang akan datang.

Just my opinion. Please correct it.

About Ikhwan Al Amin

"I am a mathematician, but very interested to writing on media especially about politics and world of education characters. Loved sastra. Studied in Bogor Agricultural University, Indonesia."
This entry was posted in Obrolan Hati and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s