Rembulan

Malam ini terasa begitu berbeda. Langit yang kemarin muram, kini menjadi penuh senyum indah dihiasi kelembutan sinar rembulan. Kata Nabi, jika aku masuk surga, aku akan dapat melihat Sang Pemilik bumi ini sebagaimana aku melihat rembulan – sejuk dan tidak menyilaukan mata, serta menentramkan hati. Duh, merindukan pertemuan dengan-Nya.

Tarawih malam ini terasa amat singkat. Sepanjang perjalanan pulang tak ada yang lebih nyaman dipandang selain langit. Ya, sebab malam ini rembulan menebar pesona keindahan dirinya pada setiap mata yang memandang.

Tak terasa, hanya tinggal separuh waktu lagi ku bisa meluapkan rasa rinduku padamu. Hanya tinggal separuh waktu. Dan kau akan kembali pergi. Entah kita akan bertemu kembali atau tidak. Aku tak akan pernah menyia-nyiakanmu. Peluklah diriku erat-erat, akan ku genggam selalu tanganmu. Tunggulah sebentar, jangan pergi dahulu. Aku ingin menjadi kebanggaan-Nya bersamamu.

Ditulis di Perumahan Ciampea Asri – Usai shalat tarawih
Malam ke 14 Ramadhan 1433 H

Perindu Surga

About Ikhwan Al Amin

"I am a mathematician, but very interested to writing on media especially about politics and world of education characters. Loved sastra. Studied in Bogor Agricultural University, Indonesia."
This entry was posted in Curhat and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s