Yang Kurindukan

Selama ini ku merindu. Kini yang ku rindukan itu telah hadir di sisiku. Sapaan penuh hangat dan cinta ku sampaikan padamu. Mengapa kau baru hadir kembali menemuiku?

Telah lama ku persiapkan pertemuan ini. Tiga bulan yang lalu ku lantunkan doa agar dapat berjumpa. Dan kini ia terwujud. Tidakkah kau juga merindukanku?

Jika Imam Syafi’i dahulu dapat membacakan surat cinta untukmu hingga 60 kali dalam pertemuannya denganmu, kini aku pun berusaha menyampaikannya untukmu. Maukah kau mendengarkannya?

Janganlah lekas pergi, aku ingin berlama-lama denganmu. Lama dan lebih lama lagi. Kita baru memulai percakapan itu. Percakapan kita bertiga. Antara kau, aku, dan Dia. Maukah kau menemaniku?

Aku sudah tidak sabar lagi. Akan ku berikan jamuan terbaik untukmu. Maukah kau menerimanya?

Tak kan ku sia-siakan kesempatan ini. Kesempatan yang mungkin tidak akan terjadi untuk kedua kalinya. Aku akan sangat menyesal jika mengabaikanmu. Aku merindukanmu. Aku mencintaimu. Karena itu, aku akan memuliakanmu.

#RamadhanMubarak

About Ikhwan Al Amin

"I am a mathematician, but very interested to writing on media especially about politics and world of education characters. Loved sastra. Studied in Bogor Agricultural University, Indonesia."
This entry was posted in Obrolan Hati and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s