Dulu

Syukur, sedih, sekaligus bahagia kala ku mengingat masa laluku. Masa bahagia yang kini hanya bisa ku rasakan dan kulihat dalam hati. Mungkin ini sedikit gambaran umum tentang masa lalu kita yang menyenangkan.

“Masih ingat tahun 2000’an?? Zaman SD-SMP kita dulu yang pernah trend?”

*Artis cilik

JOSHUA (Di obok-obok),

SHERINA (Dia pikir)

*Baca komik Doraemon, DragonBall, Kungfu Boy atau Conan di kelas sampai disita guru

*Rebutan main Mesin Dingdong. Kalau yang bayak uang bisa beli Nintendo, Sega,
atau Gameboy untuk main game Mario Bross dan Sonic.

*Menghabiskan koin di Telepon Umum atau Wartel

*Bermain Monopoli, Ular Tangga atau Kartu Hologram, Kwartet yang kalau kalah
dicoret pakai bedak

*Main TAMIYA sampai lupa waktu, akhirnya Orangtua datang mencari ke “trek” tempat main tamiya😀

*Beli coklat Ayam Jago plus Wafer coklat merk SUPERMAN dan makan Jagoan Neon biar lidahnya berubah warna warni

*’Jajan’ cemilan fuji, taro, kenji, paling laku kalau cemilannya ada hadiahnya.

*Makan jajanan Mie Anak Mas yang paling enak menjilat bumbunya sampai habis

*Nonton Jiraiya, ninja hatori, Ksatria Baja Hitam juga tidak lupa Saint Seiya
dan Power Ranger

*Memakai sepatu sekolah yang di belakangnya ada lampu yang menyala (PRO ATT)

*Ngumpulin TAZOS dari Chiki, Chitato yg banyak punya koleksi (bangga)

*Gosip kalau dulu ada Pulpen “narkoba” yang wangi tintanya

*Merasa kurang gaul kalau belum isi Diary punya teman “My Biodata”

*Permen karet berhadiah dengan mengumpulkan huruf Y-O-S-A-N yang dari jaman dulu sampai sekarang tidak pernah ada huruf N nya..
Apa lupa diproduksi ya?

Dengan gambar yang terlalu banyak ini mungkin kita menjadi tersenyum sendiri dibuatnya. Saya pun begitu. Teringat masa lalu yang kini ternyata begitu menyenangkan untuk dikenang. Walaupun ketika kecil kita kerap kali meminta supaya cepat besar. Ketika besar? Justru ingin kembali ke masa kanak-kanak.

Kembali termenung. Sedih memikirkan kondisi anak-anak saat ini dengan kehidupannya sudah teracuni oleh hal-hal yang tidak seharusnya dialami mereka. Android, game online, I Pad, BB, atau bahkan membawa mobil orangtua hanya untuk jalan-jalan bersama teman dengan gaya dan penampilan yang menurut mereka “gaul”. Tidak lupa dengan rokok yang selalu dianggap sebagai standar ke-macho-an mereka. Masih banyak hal merusak lain yang menurut saya sudah tidak perlu disebutkan lagi. Mereka menjadi dewasa sebelum waktunya. Sepeti buah yang dipaksa matang dengan karbit. Ya “Dewasa karbitan” itulah yang paling tepat menggambarkan kondisi anak sekarang ini.

Miris. Prihatin karena ku memiliki adik yang sangat suka bermain game online. Kemajuan zaman membunuh karakter generasi muda benar adanya.

~sepi merangkul sedih

Lihat: sumber

About Ikhwan Al Amin

"I am a mathematician, but very interested to writing on media especially about politics and world of education characters. Loved sastra. Studied in Bogor Agricultural University, Indonesia."
This entry was posted in Umum and tagged , . Bookmark the permalink.

One Response to Dulu

  1. Pingback: tempoe duluu | Zsahra Meizhella

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s