Keraguan

Setapak demi setapak kaki ini melangkah. Terus melaju namun dengan arah yang tak menentu. Setiap bertemu persimpangan ku berhenti lama, “Ke mana lagi kaki ini kan melangkah?”

Satu-dua langkah ku maju, namun tak ku temukan ketenangan. Ragu. Tak tahu harus menuju ke mana. Andai dahulu ku membuat rencana untuk sampai di sana. Alangkah tenang jika dahulu ku membuat peta perjalanan untuk sampai di sana.

Duh, tak baik menyesal. Cukup syukuri hari ini dan yakinkan diri bahwa esok harus lebih baik dan berarti. Dan ku buat keputusan menempuh jalan ini. Karena keraguan yang menyelimuti hati hanya akan membuat keresahan dan kegelisahan dalam dada.

———-
Sumber gambar di sini

About Ikhwan Al Amin

"I am a mathematician, but very interested to writing on media especially about politics and world of education characters. Loved sastra. Studied in Bogor Agricultural University, Indonesia."
This entry was posted in Sastra and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s