Hitam Itu Silver

Alunan rintik hujan mengalun syahdu di tepi ruang pendengaranku. Berteman dinginnya malam, kucoba menggerakkan hati kecil ini mengenang satu waktu dikala dulu. Terkenang, akan tetap terkenang. Satu bukti yang meneduhkan kau berikan padaku, ‘payung hitam silver’.

Hitam, menakutkan. Layaknya makna duka yang kau berikan. Kubiarkan terpojokkan disudut pandang, enggan menoleh bahkan menyentuhnya lagi dan lagi. Andai hitam mampu mengungkapkan, dia akan menangis pilu yang tertahankan. Pintu hatiku terketuk pelan namun pasti. Kuberanikan jari-jariku menyentuh hitammu. Meraba lebih dalam, mencari kejujuran. Kutemukan kebenaran berbicara. Kau adalah silver yang bersembunyi dibalik hitammu. Kau meneduhkanku dikala hujan membasahi dan dikala terik sinar mentari yang menyinari. Tetaplah seperti itu, menenangkan bagiku.

*Sumber*

About Ikhwan Al Amin

"I am a mathematician, but very interested to writing on media especially about politics and world of education characters. Loved sastra. Studied in Bogor Agricultural University, Indonesia."
This entry was posted in Sastra and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s