Kala Ku Tak Bisa Berlari

         (Sumber Gambar: tempo.co)

Kali ini ku merasa sangat perlu untuk merefleksikan hidup ini. Sudah berapa lama ku hidup di dunia ini? Jika melihat alur sejarah, banyak masa yang telah terlewat. Sudahkah baik semua itu? Balita, remaja, dan sekarang sudah bisa dikatakan dewasa, apa saja yang telah ku lakukan selama ini? Ada berapa prestasi yang ku raih. Dan berapa tumpukan amal buruk yang telah ku lakukan. Sudahkah itu semua menggambarkan sebuah perjalanan yang indah?

Jalan itu tak akan selalu mulus. Kadang ada lubang di hadapan. Seringkali ada duri yang harus dihindari. Tak jarang pula harus mengeluarkan energi ekstra untuk menyapa lautan masalah. Ya meskipun begitu, kita tahu bahwa setiap manusia tak akan pernah lepas dari masalah.

Kembali menengok hati. Masih luruskah niat yang dimilikinya? Sia-sia sajalah hidup jika apa yang dilakukan hanyalah kesalahan-kesalahan, apalagi jika niat yang dimiliki ternyata juga salah. Padahal, niat yang baik saja sudah bernilai satu kebaikan. Adakah penyimpangan yang telah ku lakukan?

Waktu tak kan pernah berhenti. Hari demi hari kan terus ku lalui. Hingga pada akhirnya kita akan tiba pada suatu masa yang mana manusia tak dapat lari dari sana. Aku, kamu, kita semua tak kan bisa kabur. Bahkan mungkin tak akan bisa bergerak walau hanya selangkah.

Akan datang hari… Mulut dikunci…
Kata… Tak ada lagi…
Akan tiba masa… Tak ada suara…
Dari… Mulut kita…

Berkata tangan kita..
Tentang apa yang dilakukannya..
Berkata kaki kita..
Kemana saja dia melangkahnya..

Tanggung jawab tiba… Rabbana..
Tangan kami.. Kaki kami..
Mulut kami.. Mata hati kami..

Luruskanlah.. Kukuhkanlah..
Di jalan cahaya.. Sempurna..
Mohon karunia.. Kepada kami..
Hamba-Mu yang hina..

Sadarlah wahai diri. Ketika tiba masanya, akankah kau baru menyesali apa yang telah terjadi? Renungkanlah.

Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan. (QS. Yasin : 65)

About Ikhwan Al Amin

"I am a mathematician, but very interested to writing on media especially about politics and world of education characters. Loved sastra. Studied in Bogor Agricultural University, Indonesia."
This entry was posted in Obrolan Hati and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s