Pena Putih

Jika kita menulis, tentu ada warna yang tertumpahkan di sana. Dan warna yang seringkali terlihat adalah warna hitam, meskipun banyak warna yang lainnya. Pena sebagai alat untuk menumpahkan warna itu, salahkah jika ia berwarna putih?

Sahabat, pena putih bukan berarti memiliki tinta putih. Belum tentu loh. Pena hanya sekedar alat yang menuangkan warna. Warna yang ada bisa beragam, kadang ada hitam, merah, biru, dan bermacam-macam warna lainnya. Kadang juga beberapa warna bercampur menjadi satu. Ya, pena hanya sekedar alat penuang rasa dalam jiwa.

Kenapa harus putih? Mungkin banyak sahabat yang bertanya demikian. Karena putih selalu identik dengan kebaikan dan kesucian. Dan menurut Jendral Soedirman, hanya dengan berlandaskan pada kebaikan dan kesucian lah tentara Indonesia akan menang di medan pertempuran.

Dengan mengangkat pena putih sebagai sebuah judul blog pribadi ini, penulis berharap dapat menuangkan segala kata dalam kalimat yang memberi manfaat. Dan semua itu berlandaskan nilai-nilai kesucian dan kebaikan. Salam kontribusi!

Penulis,
Ikhwan Al Amin

About Ikhwan Al Amin

"I am a mathematician, but very interested to writing on media especially about politics and world of education characters. Loved sastra. Studied in Bogor Agricultural University, Indonesia."
This entry was posted in Curhat and tagged , . Bookmark the permalink.

One Response to Pena Putih

  1. ARDI RAHMAN says:

    wah artikelnya bagus,setiap kalimatnya nyentuh bgt….
    saya setuju dengan blog ini🙂
    ditunggu kunjungan baliknya😀
    http://ardirahman.blogdetik.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s