Peran dan Keunggulan Mahasiswa

“Pernahkah Anda sebagai mahasiswa bertanya apakah sesungguhnya tugas mahasiswa? Tugas utama mahasiswa yaitu belajar secara total sesuai dengan bidang ilmu yang dipilihnya.”

Itulah penggalan paragraf dari jurnal Profesor Urip Santoso, seorang dosen Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu. Kita mengetahui bahwa banyak sekali peran yang diemban oleh mahasiswa, di antaranya yang populer yaitu sebagai agent of change, social control, dan iron stock.

Mahasiswa adalah pemuda-pemudi bangsa dengan berbagai macam keunggulan. Mereka pula yang menjaga kestabilan Negara, membawa inovasi dan perubahan, serta benih pemimpin unggul. Bukti nyata ada di hadapan kita, orde reformasi, demonstrasi positif, serta pemimpin-pemimpin muda yang semuanya berkaitan erat dengan mahasiswa. Suatu bangsa yang kaya akan SDA dan SDM namun rapuh didera berbagai permasalahan juga menjadi salah satu tanggungjawab untuk dibenahi oleh mahasiswa.

Sebab itu ada tugas utama yang sebenarnya dipikulkan kepada mahasiswa yaitu mempelajari bidang ilmu yang dipilihnya secara total sebagaimana yang disampaikan Profesor Urip. Dengan belajar secara total, setiap permasalahan yang ada pada bangsa ini akan mudah diatasi. Jika ada masalah pertanian, maka mahasiswa pertanian berperan menyelesaikan permasalahan yang ada. Begitupun jika terjadi masalah-masalah lainnya seperti hukum, ekonomi, teknologi, dan sebagainya. Mahasiswalah yang seharusnya memegang peranan penting.

Menurut Profesor Herry Suhardiyanto, rektor IPB, ada lima keunggulan yang dimiliki mahasiswa. Beliau mengambil contoh mahasiswa pertanian. Pertama, deal with complexity. Mahasiswa pertanian terbiasa dengan urusan-urusan yang rumit. Berusaha menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi pada tumbuhan, penyakit-penyakitnya, cara pencegahan, dan cara bertanam yang baik. Kedua, berpikir sistematis. Setiap mahasiswa pertanian selalu dibiasakan berpikir sistem hingga memiliki system thinking yang kuat. Mereka selalu dihadapkan dengan tanaman dengan lingkungannya, ternak dengan kandangnya, ikan dengan kolamnya, dll.

Ketiga, kemampuan menghadirkan solusi numerik. Harus selalu ada bukti-bukti kongkret di lapangan yang mendukung setiap alasan yang dikemukakan. Dan itu membutuhkan hasil statistik dari penelitian yang dilakukan. Keempat, kepedulian yang tinggi. Mahasiswa pertanian akan sangat menghargai setiap usaha orang-orang kecil seperti buruh tani. Mereka juga terbiasa turun meninjau keadaan real di lapangan. Dan yang kelima adalah taat asas dan taat aturan. Dalam pertanian semua sudah ada ukurannya. Dosis obat, pemupukan, intensitas cahaya, dll.

Dengan kelima hal di atas, mahasiswa akan lebih kuat mempertahankan prinsip idealisme mahasiswa yang dimilikinya. Jadi, tidak perlu takut dan mundur sebagai mahasiswa yang akan membangun Indonesia. Setiap mahasiswa memiliki keunggulannya masing-masing. Karena itu, berkaryalah!

Dimuat di dakwatuna

About Ikhwan Al Amin

"I am a mathematician, but very interested to writing on media especially about politics and world of education characters. Loved sastra. Studied in Bogor Agricultural University, Indonesia."
This entry was posted in Opini and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s