Bahagia dalam Sebuah Pemikiran

Mengenang sebuah tulisan lama. Entah mengapa ingin menuliskannya kembali di blog yang satu ini. Selamat mebaca.. :’)
—————————–
Setiap orang memiliki cara tersendiri untuk menciptakan momen bahagia dalam hidupnya. Demikian juga saya. Menurut saya, orang yang sukses di dunia ini adalah orang yang berhasil mengenali dirinya. Boleh gunakan analisis SWOT untuk mengetahui siapa anda sebenarnya. Strength, Weakness, Opportunity, and Threat.

Ada banyak definisi bahagia dalam hidup ini. Dan menurut saya, bahagia itu adalah kemampuan memaknai hidup dan memetik hikmah di balik setiap peristiwa kehidupan. Bahagia berawal dari sebuah proses pengenalan diri. Apa yang ingin anda capai dalam hidup ini? Untuk itu, perlu ada sebuah orientasi hidup dan pengenalan diri untuk membangun sebuah visi. Memilih visi berarti memilih jalan hidup. Oleh sebab itu kenalilah terlebih dahulu diri anda.

Kesuksesan hidup seseorang dapat terlihat dari kemampuannya menciptakan strategi hidup untuk mencapai visi dan cita-citanya. Ketika seseorang memiliki mimpi besar, ia sudah memiliki target-target pencapaian mimpi-mimpi kecil. Sebab untuk mencapai mimpi besar harus melewati jalan panjang dan sulit. Karena itu harus ada pencapaian atas mimpi-mimpi kecil untuk menuju mimpi besar itu.

Tidak dapat dimungkiri bahwa dalam mencapai visi hidup itu kita sering menemui titik jenuh. Mungkin ini juga yang sering menimpa para aktivis muda. Saat bertemu fase ini berusahalah menguatkan diri dengan motivasi. Merenunglah sejenak. Kembali kenali diri anda. Pikirkan kelemahan dan potensi yang anda miliki, lalu berusahalah cari jalan keluar. Belajarlah dari pengalaman, pengalaman anda dan pengalaman para pendahulu anda. Karena itu, selalulah luangkan waktu untuk memikirkan hidup anda. Maknailah setiap proses kehidupan yang anda lalui. Jangan lewatkan semuanya tanpa anda analisis.

“Anggap masalah itu seperti ujian kenaikan kelas, selesaikan soal-soalnya dengan doa, kerja keras dan keyakinan, maka kita pasti akan lulus dan naik kelas, tapi bukan berarti berhenti sampai disana. Tentu di kelas yang baru nanti akan ada ujian yang level-nya juga akan lebih tinggi dari kelas sebelumnya. Jadi, biasa-biasa sajalah menanggapi masalah.”

Satu hal yang perlu ditekankan adalah membangun fokus pada mimpi. Ketika anda menghadapi masalah saat membuat jalan impian itu, jangan tanyakan pada diri anda sulitnya, tapi tanyakanlah solusinya. Sebab itu janganlah mimpi saat anda tertidur, tapi mimpilah saat anda terjaga. Jangan hanya menunggu ia menghampiri, tapi temukanlah mimpi itu.

Rekan-rekan semua, harus kita pahami bahwa jika impian itu tidak terwujud bukan berarti usaha kita sia-sia. Mungkin justru itulah yang terbaik untuk kita, dan itulah yang kita butuhkan. Jangan pernah menyerah menaiki tangga impian. Teruslah maju menuju pintu kesuksesan. Raihlah kebahagiaan anda. Dan carilah kebahagiaan tertinggi, yang bisa abadi untuk selamanya. Sebab terkadang kita begitu fokus dengan hidup kita, hidup kita di dunia, kita rencanakan dengan baik. Saking baiknya, kita bisa lengah dan lupa akan hidup kita yang lebih penting. Dimanakah kita akan menghabiskan eternity? Surga atau neraka. Pilihlah yang terbaik dengan ukuran kebenaran. Semangat kawan.

Bisa dilihat juga di ikhwan’s blog atau kompasiana

About Ikhwan Al Amin

"I am a mathematician, but very interested to writing on media especially about politics and world of education characters. Loved sastra. Studied in Bogor Agricultural University, Indonesia."
This entry was posted in Opini and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s