Mengabdikan Diri Sebagai Mahasiswa

“Pernahkah Anda sebagai mahasiswa bertanya apakah sesungguhnya tugas mahasiswa? Tugas utama mahasiswa yaitu belajar secara total sesuai dengan bidang ilmu yang dipilihnya.”

Itulah penggalan paragraf dari jurnal Profesor Urip Santoso, seorang dosen Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu. Kita mengetahui bahwa banyak sekali peran yang diemban oleh mahasiswa, diantaranya yang populer yaitu sebagai agent of change, social control dan iron stock.

Mahasiswa adalah pemuda-pemudi bangsa dengan berbagai macam keunggulan. Mereka pula yang menjaga kestabilan negara, membawa inovasi dan perubahan, serta benih pemimpin unggul. Bukti nyata ada dihadapan kita, orde reformasi, demonstrasi positif, serta pemimpin-pemimpin muda yang semuanya berkaitan erat dengan mahasiswa. Suatu bangsa yang kaya akan SDA dan SDM namun rapuh didera berbagai permasalahan juga menjadi salah satu tanggungjawab untuk dibenahi oleh mahasiswa.

Sebab itu ada tugas utama yang sebenarnya dipikulkan kepada mahasiswa yaitu mempelajari bidang ilmu yang dipilihnya secara total sebagaimana yang disampaikan Profesor Urip. Dengan belajar secara total, setiap permasalahan yang ada pada bangsa ini akan mudah diatasi. Jika ada masalah pertanian, maka mahasiswa pertanian berperan menyelesaikan permasalahan yang ada. Begitupun jika terjadi masalah-masalah lainnya seperti hukum, ekonomi, teknologi, dan sebagainya. Mahasiswalah yang seharusnya memegang peranan penting.

Hal lain yang menjadi penting bagi seorang mahasiswa adalah mengabdi. Bukan sekedar menjadi mahasiswa yang biasa-biasa saja. Yang sekedar mendengarkan dosen, ataupun yang hanya ingin menyelesaikan tugas dan bikin skripsi atau disertasi lalu lulus. Menjadi mahasiswa dituntut pengabdiannya, terutama berkaitan dengan bidang ilmu yang dipilihnya. Ia harus bisa memberikan kebermanfaatan atas ilmu yang diperoleh untuk selanjutnya diterapkan pada kehidupan bermasyarakat.

Mengabdikan diri sebagai mahasiswa artinya kita menjadikan dunia mahasiswa sebagai dunia tempat kita berkontribusi penuh bagi kebermanfaatan diri kita dan orang lain. Dengan mengabdi, kita akan belajar lebih giat dan serius menekuni bidang pilihan kita. Dengan mengabdi, kita akan menjadi totalitas mengerjakan segala tugas yang diberikan dosen. Dan dengan mengabdi, kita bisa menjaga idealisme sebagai mahasiswa lebih kuat dan utuh hingga pasca kampus.

Setiap orang menunggu kita untuk dapat berkontribusi. Para petani berharap mahasiswa jurusan pertanian bisa lebih peduli dan mendengarkan aspirasi mereka. Mereka ingin agar para lulusan jurusan pertanian bisa membantu mereka menyelesaikan masalah pertanian yang terjadi. Jadi, tidak perlu takut dan mundur sebagai mahasiswa yang akan membangun bangsa ini. Setiap mahasiswa memiliki keahlian masing-masing. Belajarlah untuk mengabdi bukan sekedar menjadi sarjana. Berkaryalah untuk negeri ini!

Dimuat di berita99.com

About Ikhwan Al Amin

"I am a mathematician, but very interested to writing on media especially about politics and world of education characters. Loved sastra. Studied in Bogor Agricultural University, Indonesia."
This entry was posted in Opini and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s