Kami Butuh Bukti

Politik itu kotor. Rasanya satu kalimat itu sudah sangat melekat pada nilai-nilai politik di negeri ini. Bagaimana tidak? Para aktor politik sibuk dengan urusan-urusan mereka dan golongannya sendiri. Banyak di antara mereka yang tersandung masalah korupsi. Masalah yang dari waktu ke waktu tak kunjung selesai. Negeri ini sudah sangat sering bahkan diaggap wajar ketika berhadapan dengan hal semacam itu. Politisi yang dianggap baik nyaris tidak ada dalam sorotan. Bahkan ada golongan masyarakat yang menganggap bahwa mengikuti politik artinya mengotori diri.

Tak bisa dipungkiri bahwa semua persepsi yang timbul di masyarakat tentang politik muncul dari citra politik yang dibangun oleh para aktor politik itu sendiri. Baik dan buruknya citra politik di bangsa ini ditentukan oleh mereka. Masyarakat sudah sangat geram terhadap apa yang dibuat oleh para pemimpin negeri ini. Kebanyakan masyarakat menganggap para pemimpin hanya bisa membuat janji pada masyarakat ketika kampanye di pemilu, namun sangat sedikit janji-janji yang direalisasikan.

Krisis kepercayaan semakin tumbuh subur di negeri ini hingga akhirnya banyak masyarakat yang sudah tidak peduli lagi terhadap apapun yang terjadi dalam dunia politik. Kita tengok saja dua pemilukada di Jawa Barat dan Sumatera Utara yang telah menjadi bukti nyata apatisme masyarakat. Bahkan terjadi peningkatan golput yang luar biasa. Jika di Jawa Barat golput mencapai 36%, maka di Sumatera Utara golput mencapai 40% dari daftar pemilih tetap yang sudah terdaftar di KPU. Hingga Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi merasa prihatin atas rendahnya tingkat partisipasi masyarakat untuk memilih dalam pemilukada ini.

Jika melihat ke belakang di tahun 2004 dan 2009, ada tokoh yang menonjol dan sangat dijagokan dalam pemilu. Sebab ia merupakan tokoh besar yang berpengaruh. Siapa lagi jika bukan presiden kita, Susilo Bambang Yudhoyono. Masyarakat begitu percaya pada kepemimpinan beliau. Akan tetapi, jika kita melihat kondisi sekarang, belum ada tokoh yang benar-benar kuat pengaruhnya bagi masyarakat untuk dapat maju menjadi calon presiden 2014. Krisis kepercayaan yang terjadi tidak hanya pada partai, tapi terjadi pula pada tokoh nasional yang berasal dari partai.

Saat ini yang dibutuhkan masyarakat bukan lagi janji-janji. Tak perlu lagi banyak bicara. Yang dibutuhkan oleh masyarakat adalah bukti konkret dari kerja-kerja yang dilakukan para pemimpin negeri ini. Masyarakat Indonesia membutuhkan hasil kerja yang nyata terasa pada mereka. Buktikan pada rakyat bahwa para calon yang sudah terpilih saat pemilukada di berbagai daerah kemarin adalah benar-benar kepercayaan rakyat. Satu pesan kami sebagai rakyat adalah jangan mengkhianati kepercayaan rakyat. Kami akan mendukung jika apa yang anda usung adalah kebaikan untuk rakyat. Buktikan bahwa kami masih bisa mempercayai anda.

Dimuat di berita99.com

About Ikhwan Al Amin

"I am a mathematician, but very interested to writing on media especially about politics and world of education characters. Loved sastra. Studied in Bogor Agricultural University, Indonesia."
This entry was posted in Opini and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s