Santapan Ruhani

Sudah lama kita menikmati suasana penuh dengan anarkisme di negeri ini. Lagi-lagi sifat anarkis disebut oleh diriku. Namun, begitulah kenyataan yang sering terjadi saat ini. Keadaan masyarakat diselimuti aroma kekerasan. Mungkin tak hanya aku yang mengatakan hal itu, orang lain juga bisa saja mengatakannya. Sebuah kalimat yang wajar untuk menggambarkan kondisi saat ini.

Sayangnya, kita tidak akan membahas masalah anarkisme di sini. Tulisan ini akan menggambarkan sebuah pandangan dari diri berkenaan dengan penyebabnya. Ya, mungkin sudah ada yang tahu dari judulnya, santapan ruhani. Lalu kalau menurutku santapan ruhani itu menjadi penyebab terjadinya anarkisme, apa itu santapan ruhani?

Ruhani artinya bersifat ruh. Berbeda dengan sahabat karibnya, nurani, yang artinya bersifat nur atau cahaya. Yaitu ruh dan cahaya ilahi yang bekerja dalam diri manusia untuk membimbing agar jiwa nabati, hewani dan insani senantiasa meningkat dan terarah untuk mendukung kehidupan manusia mendekati dan mencintai Tuhan, sumber Cahaya kebenaran. Begitu kalau menurut pendapat Bapak Komaruddin Hidayat.

Nah, santapannya ke mana? Kalau kita sudah mengetahui tentang arti ruhani maka santapan ruhani adalah santapan untuk mengisi ruh kita, yakni nilai-nilai spiritualitas. Nilai-nilai ini yang akan memberikan karakter atau moral pada diri seorang manusia sebagai makhluk spiritual.

Dengan nilai spiritual inilah seseorang memulai menciptakan dirinya sendiri menjadi seseorang yang lain sebagai seorang abdi dari Sang Khalik. Dengan kebaikan yang dimiliki sebagai hasil spiritualitas yang baik, kita akan mencapai apa yang dinamakan spiritual happiness atau aku lebih senang menyebutnya bahagia merasakan nikmat iman. Dengan nilai-nilai kebaikan yang disebarkan dan ditularkan oleh para abdi ini, yang mana sudah kenyang dengan santapan ruhani, tak akan lagi kita mendengar kekerasan yang sangat tidak beralasan. InsyaAllah.

About Ikhwan Al Amin

"I am a mathematician, but very interested to writing on media especially about politics and world of education characters. Loved sastra. Studied in Bogor Agricultural University, Indonesia."
This entry was posted in Obrolan Hati and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s