Belajar Mandiri untuk Siasati Uang Bulanan

AKHIR bulan, bagi mahasiswa terutama yang ngekos alias merantau menjadi waktu yang paling dikhawatirkan kedatangannya. Mengapa? Sebab pada umumnya kantong ataupun dompet mereka menipis atau sudah hampir tidak ada uang lagi. Hal ini pun terjadi pada saya.  Sudah hampir dua tahun saya tinggal di asrama. Satu tahun di asrama perguruan tinggi, dan hampir satu tahun pula di asrama beasiswa. Padahal, tempat tinggal saya tidak begitu jauh dari perguruan tinggi tempat saya menimba ilmu. Akibatnya saya tidak bisa pulang dan harus mengandalkan uang bulanan yang diberikan orangtua.

Namun, setelah beberapa bulan di awal asrama saya merasakan hal yang belum pernah saya rasakan sebelumnya ketika saya tinggal bersama orangtua. Ternyata hal itu sudah biasa teman-teman saya rasakan. Hal itu adalah kanker, alias kantong kering. Dan tentu saja hal itu terjadi di akhir bulan. Sampai pernah suatu waktu karena kanker itu saya tidak bisa makan hampir dua hari. Dan akhirnya terpaksa meminjam uang dari teman satu kamar. Duh, tidak nyaman banget rasanya berhutang.

Setelah satu tahun akhirnya saya mendapat beasiswa dari sebuah perusahaan besar. Tetapi saya masih bernasib sama.  Uang beasiswa terlambat turun lebih dari satu semester. Akhirnya saya memutuskan untuk lebih mandiri. Karena kebanyakan mahasiswa termasuk saya cenderung sulit untuk mengontrol pengeluaran,  maka saya putuskan untuk menambah penghasilan. Hasilnya memuaskan hati saya. Dalam waktu satu bulan dari gaji mengajar bimbel, saya bisa mencukupi kebutuhan satu bulan, bahkan untuk ditabung.

Dua bulan kemudian saya merasa bahwa saya bisa mandiri, dan akhirnya saya bilang pada orangtua  agar tidak mengirimkan uang bulanan lagi. Akibatnya saya harus kerja ekstra. Selain mengajar bimbel dan privat, saya juga berbisnis pulsa. Dengan begitu semua keuangan lebih terkendali. Ada uang bulanan yang bisa dipakai. Ada juga uang setiap saat yang bisa digunakan dari hasil jualan pulsa saya.So, jangan ragu-ragu untuk belajar mandiri. Kamu juga pasti bisa.

Dimuat di okezone.com,  post.suropeji.web.id, dan bbc.web.id

About Ikhwan Al Amin

"I am a mathematician, but very interested to writing on media especially about politics and world of education characters. Loved sastra. Studied in Bogor Agricultural University, Indonesia."
This entry was posted in Opini and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s