Tertahan

Pagi itu tak seperti biasanya, aku keluar dari asrama mahasiswa tempatku menetap saat matahari belum terlihat wujudnya. Dengan sedikit tergesa aku berjalan kaku menghampiri ruang kelas yang masih terkunci dan kosong. Aku hanya sendiri. Dan kemudian diam menanti. Sepertinya aku terlalu bersemangat, pikirku. Hari ini aku sidang komprehensif sekaligus skripsi. Rasanya dadaku berdetak kencang, ada rasa bahagia dan juga takut. Dua jam nanti adalah penentu kelulusanku selama empat tahun di sini.

Waktu semakin menyesakkan dadaku. Hanya tinggal lima menit lagi aku mulai diuji. Tampak ibu Ade, salah satu staf jurusanku, membukakan pintu tempat aku menentukan nasibku hari ini. Aku mulai tak karuan. Pikiranku seolah menjadi hampa, kosong. Aduh, bagaimana ini. Tiga orang dosen penguji tampak berjalan dengan senyum penuh arti padaku. Mungkin juga senyum mematikan. Dan ternyata, aku masih tertahan oleh waktu. Doakan ya semoga disegerakan :)

 

Posted in Curhat | Tagged | 3 Comments

Cerdas Memandang Politik

Tahun ini adalah tahun politik. Fenomena yang terjadi di tahun ini pun mengulang berbagai peristiwa yang pernah terjadi. Tak jarang sikap saling menjatuhkan, hujat, dan ejek terjadi. Hal ini merupakan sikap tidak etis dari para politisi dan juga kader serta simpatisannya. Sebuah ketidakdewasaan sikap dalam berpolitik.

Politik seharusnya mengajarkan kita untuk membangun. Melihat bagaimana negeri ini ke depan. Satu hingga lima tahun, apa yang akan terjadi pada negeri ini? Ini yang seharusnya dipertanyakan. Gagasan dan ide dari para calon pemimpin yang dikompetisikan. Bukan uang. Sekali lagi bukan tentang pertarungan uang. Akan tetapi sebuah pertarungan ide dan gagasan.

Mari sejenak kita melihat visi dan misi calon pemimpin kita ke depan. Apa sih yang akan dilakukan para anggota legislatif itu di kursi DPR? Mau berbuat apa mereka untuk negeri ini? Apa ide dan gagasan para calon presiden yang akan bertarung di Pemilu tahun ini? Bagaimana cara mereka merealisasikannya?

Beberapa pertanyaan mendasar di atas seharusnya kita tahu dan mengerti. Memilih berarti menentukan bagaimana wajah dari negeri ini. Karena itu jangan sampai kita sembarangan. Lihat visi dan misi mereka para calon pemimpin bangsa. Pelajari. Dan tanyakan bagaimana mereka akan melakukannya.

Posted in Opini | Tagged | Leave a comment

Padamkan Sebelum Dipadamkan

Banyak masyarakat yang tahu akan pemadaman listrik bergilir yang beberapa waktu lalu dilakukan oleh PLN. Karena kebiasaan itu hingga saat ini saya dan keluarga terbiasa untuk mematikan lampu pada waktu-waktu tertentu yang tidak membutuhkan lampu. Biasanya jika waktu pagi tiba sekitar pukul 06.00 kami sudah mematikan lampu. Sebelum saya berangkat kuliah dan ayah pergi bekerja, kami memeriksa lampu yang belum dimatikan. Lampu baru akan dinyalakan kembali menjelang waktu adzan maghrib. Begitu kebiasaan yang kami lakukan setiap hari hingga detik ini. Sebuah langkah sederhana namun jika itu dilakukan oleh lebih dari dua ratus juta penduduk negeri ini pasti akan sangat bermanfaat dalam rangka penghematan energi.

Selain melakukan hal itu, sepekan sekali di hari minggu kami benar-benar memadamkan listrik di rumah selama hampir dua belas jam. Itu karena kami terbiasa pergi ke luar untuk rekreasi di hari minggu. Karena itu listrik di rumah kami padamkan dengan sengaja saat kami tinggalkan. Listrik baru dinyalakan kembali di sore hari ketika kami telah tiba kembali di rumah.

Dua buah kebiasaan sederhana yang mungkin bisa dijadikan contoh untuk menjaga ketersediaan energi di bumi ini. Ayah saya selalu berpesan, “Padamkan sebelum dipadamkan oleh alam.” Sebuah nasihat yang selalu saya ingat. Menjaga ketersediaan energi di bumi harus dimulai dari hal yang sederhana.

Posted in Curhat | Tagged | 1 Comment

Kepepet

Sampai saat ini saya masih belum bisa percaya kalau seseorang berada dalam waktu kepepet maka kemampuan terbaiknya akan muncul. Mengapa demikian? Karena kemampuan terbaik perlu persiapan dan pengumpulan energi. Kepepet memiliki kecenderungan tergesa dan mengabaikan detil. Yang ada di pikiran hanya dapat selesai, karena itu ia mengeluarkan seluruh tenaga agar tidak terlambat. Gitu aja sih (:

Posted in Curhat | Tagged | Leave a comment

Positif untuk Membangun

Apa yang saya pelajari dari Jokowi? Sederhana dan merakyat..
Apa yang saya pelajari dari Prabowo? Apresiasi dan penghargaan pada setiap orang..

Mari komentari positif untuk dua calon pemimpin negeri ini.
Saling menjelek-jelekkan capres yg tak didukung itu, membuat siapapun yg menang nanti akan jadi presiden yg terkesan jelek.

Kritik boleh terlontar, tetapi ditujukan untuk ide-ide yang mereka bawa untuk negeri ini. Kalau ingin membangun tidak harus dengan merusak dulu kan?

Dan inilah pesan untuk mereka dari Bung Karno,

“Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun.”

“Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri. Bangsa yang tidak percaya kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka. Kelemahan kita ialah, kita kurang percaya diri sebagai bangsa, sehingga kita menjadi bangsa penjiplak luar negeri, kurang mempercayai satu sama lain, padahal kita ini asalnya adalah Rakyat Gotong Royong. Revolusi Indonesia belum selesai.”

Posted in Nasihat | Tagged , | Leave a comment