Timur Jawa

Entah berapa waktu yang lalu aku menemukan sebuah pegumuman kecil tetang sebuah seminar. Awalnya aku tidak begitu tertarik. Sudah terlalu sering, pikirku. Namun ada hal yang berbeda kali ini. Seminar tersebut diadakan di Universitas Brawijaya (UB). Selain itu, ada job fair tentang sebuah profesi yang sangat erat dengan apa yang saya geluti selama ini di kampus. Mulanya hanya 9 orang, dan beberapa hari kemudian menjadi 44 orang pendaftar. Dan pada akhirnya aku memutuskan menjadi pendaftar ke 45 atau dengan kata lain adalah pendaftar terakhir. Waktu berlalu, aku mendapat sms dari salah seorang dosen untuk mewakili Matematika IPB seminar di UB bersama 9 orang lainnya. Sebab hanya 10 orang yang diambil dari 45 pendaftar tersebut. Alhamdulillah.

Perjalanan ini pun menjadi perjalanan pertama aku ke timur pulau jawa. Dengan bekal seadanya aku pun berangkat. Satu lagi yang membuat aku tenang ketika akan berangkat adalah semua akomodasi ditanggung oleh komunitas profesi yang kemudian ingin ku dalami.

Tak terasa 15 jam sudah duduk manis di kereta eksekutif, dan pertama kali melihat Malang yang lengang. Tak seperti kotaku, Bogor yang tersohor oleh agkot dan macetnya. Tiba di sana, jemputan sudah siap mengantar kami ke tempat beristirahat.

Siang menjelang, kami bersiap berkeliling melihat suasana kota. Politeknik Negeri Malang, Universitas Brawijaya, dan Universitas Muhammadiyah Malang yang megah itu menjadi pemandangan kampus yang menarik perhatian kami. Kami berkeliling melihat apa saja yang dihadirkan kota ini. Inilah kami…

IMG-20140919-WA0001 IMG-20140919-WA0043

Posted in Perjalanan | Tagged | Leave a comment

Kesabaran

Tahukah kita bahwa kesabaran memiliki ruang tak berbatas?
Menurutku, kita tak bisa menyimpan sabar dalam diri, apalagi dalam hati kecil kita. Kesabaran harus kita titipkan pada Tuhan. Hanya dia yang dapat menggenggam kesabaran kita, menampung segala keluh dan resah kita.

Sabar dalam kesenangan itu berat, namun lebih berat sabar ketika sulit, ketika kita kecewa atau dikecewakan.

Sabar tak ada batasnya. Tuhan telah sebutkan itu dalam kitabnya. Namun semua itu bergantung pada manusianya. Sejauh apa kita sabar, sehebat itu pula kedewasaan diri kita.

Lalu apa yang paling berat dari sabar? Menjaganya.

 
Suasana dingin, penuh canda dan tawa pecinta beladiri Tifan.
Lantai 1 Masjid Al Hurriyyah IPB
Posted in Curhat | Tagged , | 1 Comment

Tertahan

Pagi itu tak seperti biasanya, aku keluar dari asrama mahasiswa tempatku menetap saat matahari belum terlihat wujudnya. Dengan sedikit tergesa aku berjalan kaku menghampiri ruang kelas yang masih terkunci dan kosong. Aku hanya sendiri. Dan kemudian diam menanti. Sepertinya aku terlalu bersemangat, pikirku. Hari ini aku sidang komprehensif sekaligus skripsi. Rasanya dadaku berdetak kencang, ada rasa bahagia dan juga takut. Dua jam nanti adalah penentu kelulusanku selama empat tahun di sini.

Waktu semakin menyesakkan dadaku. Hanya tinggal lima menit lagi aku mulai diuji. Tampak ibu Ade, salah satu staf jurusanku, membukakan pintu tempat aku menentukan nasibku hari ini. Aku mulai tak karuan. Pikiranku seolah menjadi hampa, kosong. Aduh, bagaimana ini. Tiga orang dosen penguji tampak berjalan dengan senyum penuh arti padaku. Mungkin juga senyum mematikan. Dan ternyata, aku masih tertahan oleh waktu. Doakan ya semoga disegerakan :)

 

Posted in Curhat | Tagged | 5 Comments

Cerdas Memandang Politik

Tahun ini adalah tahun politik. Fenomena yang terjadi di tahun ini pun mengulang berbagai peristiwa yang pernah terjadi. Tak jarang sikap saling menjatuhkan, hujat, dan ejek terjadi. Hal ini merupakan sikap tidak etis dari para politisi dan juga kader serta simpatisannya. Sebuah ketidakdewasaan sikap dalam berpolitik.

Politik seharusnya mengajarkan kita untuk membangun. Melihat bagaimana negeri ini ke depan. Satu hingga lima tahun, apa yang akan terjadi pada negeri ini? Ini yang seharusnya dipertanyakan. Gagasan dan ide dari para calon pemimpin yang dikompetisikan. Bukan uang. Sekali lagi bukan tentang pertarungan uang. Akan tetapi sebuah pertarungan ide dan gagasan.

Mari sejenak kita melihat visi dan misi calon pemimpin kita ke depan. Apa sih yang akan dilakukan para anggota legislatif itu di kursi DPR? Mau berbuat apa mereka untuk negeri ini? Apa ide dan gagasan para calon presiden yang akan bertarung di Pemilu tahun ini? Bagaimana cara mereka merealisasikannya?

Beberapa pertanyaan mendasar di atas seharusnya kita tahu dan mengerti. Memilih berarti menentukan bagaimana wajah dari negeri ini. Karena itu jangan sampai kita sembarangan. Lihat visi dan misi mereka para calon pemimpin bangsa. Pelajari. Dan tanyakan bagaimana mereka akan melakukannya.

Posted in Opini | Tagged | Leave a comment

Padamkan Sebelum Dipadamkan

Banyak masyarakat yang tahu akan pemadaman listrik bergilir yang beberapa waktu lalu dilakukan oleh PLN. Karena kebiasaan itu hingga saat ini saya dan keluarga terbiasa untuk mematikan lampu pada waktu-waktu tertentu yang tidak membutuhkan lampu. Biasanya jika waktu pagi tiba sekitar pukul 06.00 kami sudah mematikan lampu. Sebelum saya berangkat kuliah dan ayah pergi bekerja, kami memeriksa lampu yang belum dimatikan. Lampu baru akan dinyalakan kembali menjelang waktu adzan maghrib. Begitu kebiasaan yang kami lakukan setiap hari hingga detik ini. Sebuah langkah sederhana namun jika itu dilakukan oleh lebih dari dua ratus juta penduduk negeri ini pasti akan sangat bermanfaat dalam rangka penghematan energi.

Selain melakukan hal itu, sepekan sekali di hari minggu kami benar-benar memadamkan listrik di rumah selama hampir dua belas jam. Itu karena kami terbiasa pergi ke luar untuk rekreasi di hari minggu. Karena itu listrik di rumah kami padamkan dengan sengaja saat kami tinggalkan. Listrik baru dinyalakan kembali di sore hari ketika kami telah tiba kembali di rumah.

Dua buah kebiasaan sederhana yang mungkin bisa dijadikan contoh untuk menjaga ketersediaan energi di bumi ini. Ayah saya selalu berpesan, “Padamkan sebelum dipadamkan oleh alam.” Sebuah nasihat yang selalu saya ingat. Menjaga ketersediaan energi di bumi harus dimulai dari hal yang sederhana.

Posted in Curhat | Tagged | 1 Comment